Makna Hari Kartini 21 April 2015

Ibuku Sayang
ibu kartini
Sahabat muslim. Pada kesempatan ini menjadi sebuah hari "Ibu" sedunia, yakni seorang sosok "ibu Kartini" yang menjadi "icon" sosok seorang ibu yang sangat didambakan oleh suluruh rakyat Indonesia, atau bahkan di Dunia.

Dengan mengenang kelahiran beliau, tepatnya hari ini tanggal 21 April, menjadi sentral perubahan peradaban bangsa Indonesia. Para "anak pertiwi" kita, mulai dari PGTK, SD, SMP sampai tingkat pendidikan lanjut berefuria memperingatinya.

Namun, sudahkan kita belajar makna yang terkandung dari hari Kartini?

Pada suati ketika, ada seorang bayi yang akan lahir. Ketika sebelum dilahirkan, ia bertanya kepada Robbul 'izati Maha Pencipta.

Bayi: "mereka mengatakan kepadaku bahwa Engkau akan mengirimku ke dunia besok, tetapi bagaimana aku bisa hidup di sana dalaam keadaan kecil dan lemah seperti ini?".

Robb menjawab: "Di antara beberapa malaikat Aku akan memilihkan salah satu untukmu yang akan menunggi dan menjagamu".

Bayi:"tapi di Surga ini aku tidak dapat melakukan apapun kecuali bernyanyi dan tersenyum. Hal itu yang aku butuhkan untuk bahagia".

Robb: "malaikatmu akan bernyanyi setiap hari dan kamu akan merasakan cinta dan kebahagiaan bersamanya".

Bayi: "bagaimana aku mengerti ketika orang berbicara kepadaku jika aku tidak mengetahui bahasa mereka?".

Robb: "Itu sangat mudah. Malaikatmu akan mengatakan kepadamu kata-kata yang indah dan manis yang akan kamu dengar dengan segala kesabaran dan perhatian. Malaikatmu akan mengajarimu bagaimana berbicara".

Bayi itu memikirkan apa yang Robb katakan.

Bayi: "dan apa yang akan aku lakukan saat aku ingin berbicara kepada-Mu ya Robb?".

Robb: "malaikatmu akan mengajarimu berdo'a".

Bayi: "aku pernah mendengar bahwa di dunia banyak orang jahat.Siapa yang akan melindungiku?".

Robb: "malaikatmu akan melindungimu sekaipun membahayakan jiwanya!

Bayi iti sedih dan berkata, "tentu aku akan selalu sedih karena aku tidak akan bertemu dengan Mu lagi".
Robb: "malaikatmu akan selalu menceritakan tentang Aku dan mengajarimu jalan kembali kepada-Ku, meskipun sebenarnya aku selalu berada di dekatmu".Padaa saat itu banyak kedamaaian di surga, sementara di dunia sudah mulai terdengar suara-suara. Dalam keadaan tergesa-gesa, bayi itu bertanya dengan lembut."Wahai Robb. Jika aku harus pergi sekarang, tolong katakan kepadaku nama malaikatku". Jawab Robb: "nama malaikatmu tidak penting. Kamu akan singkat memanggilnya, yakni dengan sebutan.....,.......???
Sobat. Dari cerita hikmah di atas, menurut rekan-rekan siapa nama malaikat si BAYI tadi?
Apa yang bisa sobat petik hikmah dari cerita di atas? Silakan ulasakan pada kolom komentar njeh.
Aminkan do'a kita bersama, semoga selalu semangat menjadi orang yang baik, aamiin.

Keutamaan dan Fadhilah Sunah di Bulan Rajab

Fadhilah Bulan Rojab

doa bulan rojab

Sahabat. Beberapa hari lagi kita sebagai umat muslim akan segera memasuki bulan Rajab, insyalloh jatuh pada hari senin 20 April 2015 ini. Dengan datangnya bulan Rajab, maka kita bisa melaksanakan beberapa 'amalan sunah yang begitu besar manfaat dan fadhilahnya. 

Tidak hanya sekedar manfaat dan fadhilah, bahwa di bulan Rajab pula telah diturunkannya sebuah "wahyu" besar dalam sejarah Islam, yakni wahyu sholat lima waktu yang diturnkan oleh Alloh SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 27 Rajab, wallohu 'alamu bish showaf. Tentu sahabat muslim sudah banyak sekali mendengar Ceramah dan dahwah dari para Kiyai dan mubaligh mengenai sejarah bulan Rajab dan peristiwa yang terkandung di dalamnya.

Dalam kajian hikmah kali ini, kita akan mengulas beberapa keutamaan bulan Rajab.

Pengertian Bulan Rajab
Secara lughoh (bahasa), kata Rajab memiliki beberapa arti diantaranya mulia atau agung. Karena saking Agungnya bulan Rajab ini, pada masa Jahiliah sangat dihormati. Salah satu bukti penghormatan waktu itu adalah tidak diperbolehkannya peperangan dalam bulan tersebut.  Makna yang lain adalah al-isti’dad  atau persiapan.
Seperti sabda Rasulullah saw.
إنه ليرجب فيه خير كثير لشعبانArtinya: "Sebaiknya disiapkan banyak kebaikan menjelang bulan sya’ban".
Sulthanul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menerangkan dalam kitabnya Al-Ghunyah bahwa kata rajab terdiri dari tiga huruf ra’-jim-ba’. Masing-masing memiliki arti. "Ra’ " mengandung nilai "Rahmatullah", "jim" mengandung nilai "juudullah", dan "ba’ " mengandung nilai "birrullah". Dengan demikian sepanjang bulan rajab mengandung nilai-nilai luhur yang dapat diperoleh mereka yang berniat bersungguh-sungguh meraihnya. Meraih rahmat tanpa ada bala, meraih kemurahan Allah dan meraih kebaikannya yang tak akan pernah kering.

Hal ini sesuai dengan apa yang pernah disabdakan Rasulullah saw bahwa Rajab adalah bulan Allah saw:
"Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah saw) dan Ramadhan adalah bulan umatku semu."
Demikianlah keistimewaan bulan rajab sehingga Rasulullah saw memberi prediket pada bulan ini dengan julukan syahrullah. Sungguh bulan ini merupakan bulan kemurahan Allah swt. beberpa hadits menunjukkan adanya pelipat gandaan pahala bagi mereka yang beramal pada bulan rajab.

Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab,pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.

Begitu juga pelipat gandaan dalam sedekah di bulan Rajab Rasulullah saw bersabda:
"Barang siapa bersedekan di bulan Rajab, maka Allah swt akan menjauhkannya dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua. Menurut sebagain pendapat, umur burung gagak mencapai limaratus tahun."

Allah Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah: 2)
Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah dzul qa’dah, dzul hijjah, rajab, dan muharam. (Sunan At Tirmidzi No. 1512).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua jumadil dan sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3025)
Dinamakan Rajab karena itu adalah bulan untuk yarjubu, yakni Ya’zhumu (mengagungkan), sebagaimana dikatakan Al Ashmu’i, Al Mufadhdhal, dan Al Farra’. (Imam Ibnu Rajab, Lathaif Al Ma’arif, Hal. 117. Mawqi’ Ruh Al Islam).

Semoga dengan sedikit ulasan ini, kita menjadi muslim yang baik, aamiin.
Allohummaghif ya Robb..

(http://petunjuk-islam.blogspot.com/).*

Kisah Memilukan

Kisah ini diceritakan oleh Khalid al-Jubair seorang dokter konsultan penyakit jantung di Riyadh sebagai berikut :

Suatu hari, aku mendapat giliran jaga. Tiba-tiba aku dipanggil ke ruang gawat darurat, di sana ada seorang pemuda berusia 16 - 17 tahun sedang menghadapi 'sakaratul maut'.

Orang-orang yang datang bersamanya bercerita, "Dia sebelumnya sedang membaca Al-Qur'an di masjid menunggu iqamah shalat subuh. Ketika iqamah dikumandangkan, dia mengembalikan mushafnya ke tempat semula, lalu berdiri lurus dengan barisan. Tiab-tiba dia roboh pingsan dan kami membawanya ke sini.

Beberapa menit kemudian, aku kembali, aku melihat pemuda itu memegang tangan perawat, sedangkan perawat itu mendekatkan telinganya ke mulut sang pasien yang sedang berbisik kepadanya.

Beberapa saat kemudian pemuda itu melepaskan tangan sang perawat, kemudian mengucap, "Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah" (aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah).
Dia berulang kali membacanya sampai dia meninggalkan dunia yang fana' ini dan perawat itu pun menangis.

Kami heran melihat dia menangis, karena ini bukan pertama kali dia melihat orang meninggal atau sekarat. Ketika dia agak tenang, kami bertanya, "Apa yang dibisikkan pemuda itu kepadamu dan kenapa kamu menangis..?"

Dia menjawab, "Dokter Khalid, ketika dia melihat Anda menyuruh saya untuk segera menanganinya serta Anda mondar-mandir, dia tahu bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab merawatnya, lalu dia memanggil saya dan berbisik, ...
'Katakan kepada dokter jantung itu, janganlah dia menyusahkan diri sebab aku ini sudah mati. Demi Allah, aku sungguh melihat bidadari dan aku melihat tempatku di surga.' Kemudian dia melepaskan tangan saya."

Subhanallah..


From: Damai Indonesiaku online

Jika menurut Sodara, tausiah ini bermanfaat. Silahkan BAGIKAN Sebanyak-banyaknya...
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu, hidayah dan perlindungan Allah Subhana wata’ala dimanapun kita berada... Aamiin ya Rabbal’alaamiin....